PEMAHAMAN DAN TEKNIK ANALISA PENGUJIAN BATUBARA
DESKRIPSI TRAINING
Perbedaan kualitas pada batubara menyebabkan kegunaan batubara tersebut menjadi berbeda. Untuk menentukan perbedaan itu, diperlukan analisis dan pengujian batubara agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan di dunia internasional yaitu Coal Standards and Gas Standards dari American Socienty for Testing and Material (ASTM). Pengujian batubara terdiri dari 2 hal, yaitu persiapan sample sampai sample tersebut siap dianalisis dan pengujian parameter dari karakteristik batubara. Sample batubara tersebut harus diuji dan dianalisa untuk diketahui kualitasnya. Analisis dan pengujian tersebut menjadi sangat penting karena tidak semua konsumen meminta kualitas batubara yang sama, sebab untuk kegunaan yang berbeda kualitas batubara berbeda juga. Untuk itu, diperlukan pemahaman dalam teknik pengambilan sampel dari stockpile yang dapat merepresentasikan populasi dari batubara yang dikirimkan ke konsumen sehingga penggunaan batubara tersebut sesuai dengan kualifikasi yang diinginkan. Secara umum penentuan kualitas batubara untuk Analisis Batubara meliputi: Analisis Proksimat (kadar air, abu, zat terbang dan karbon padat), Analisis Ultimat, (kadar karbon, hidrogen, sulfur dan oksigen), Nilai kalor, komposisi abu batubara dan titik leleh abu batubara. Sedangkan untuk Pengujian Batubara terdiri dari: TGS (True Specific Gravity), HGI (Hardgrove Grindability Index), FSI (Free Swelling Index) dan Gray King Assay (sifat kokas). Training ini akan membahas mengenai bagaimana pengujian batu bara yang dapat dilakukan untuk memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.
MATERI
1. Pengenalan batubara:
2. Pengertian batubara,
3. Genesa batubara,
4. Sebaran dan produksi batubara di Indonesia.
5. Komposisi batubara dan efeknya pada pengujian batubara
6. Teknik pengambilan sample
7. Analisis kimia batubara:
8. Analisis Proksimat,
9. Analisis kadar air,
10. Analisis kadar zat terbang (volatile matter).
11. Analisis karbon padat (fixed carbon), perhitungan:
12. Analisis Ultimate,
13. Analisis kadar karbon,
14. Analisis kadar hydrogen,
15. Analisis kadar Nitrogen,
16. Analisis kadar oksigen (perhitungan).
17. Nilai Kalor:
18. Nilai kalor gross,
19. Nilai kalor net.
20. Pengeringan udara & Memperkecil ukuran butir
21. Dasar pelaporan hasil analisis:
1) Air dried basis (adb),
2) As received (AR),
3) Dry ash free (DAF),
4) Dry mineral matter free (DMMF).
5) Regulasi analisis pengujian batubara (Internasional & Nasional)
6) ASTM,
7) Internasional,
8) Peraturan pemerintah No 45 Tahun 2003.
9) Analisis komposisi abu Batubara:
10)Analisis SiO2, AI2O3, Fe2O3, TiO2, Mn3O4, CaO, MgO, Na2O, K2O, P2O3, SO3 dan hilang bakar (LOI)
11)Analisis petrografi batubara (maseral)
12)Pengujian batubara:
13)TGS (true sp gravity),
14)HGI (hard grove grindability index),
15)FSI (free swelling index),
16)Gray King Assay (sifatkokas).
17)Penyusunan laporan
18)Best practice penerapan analisis pengujian batubara